Mengenal Youkai Makhluk Mistis Jepang- Berikut 10 Youkai paling Eksis !

Sebagian orang Indonesia pasti pernah punya pengalaman mistis, entah itu pengalaman mendengar suara misterius, melihat bayangan, sampai melihat wujud asli hantu. Yep! makhlus mistis juga ada loh di Jepang. Ditengah-tengah gempuran modernisasi, Jepang sebagai negara maju, sebagian orang-orang disana masih ada yang percaya makhluk-makhluk mistis loh. Bahkan, di negara asalnyapun, makhluk-makhluk mistis ini sampai dibahas di acara televisi dan direview di channel-channel YouTube berbahasa Jepang.

Sama seperti di Indonesia, penampilan makhluk-makhluk mistisnyapun tidak kalah seram. Mau tahu seseram apa mereka? yuk, mari kita sama-sama kupas dalam artikel ini.

  1. Yamauba

Yamauba adalah wanita tua yang memiliki keahlian sihir. Yamauba tinggal di pegunungan dan hutan. Yamauba dulunya adalah manusia, akan tetapi, wujudunya dirusak menjadi monster. Mereka biasanya tampil sebagai wanita tua yang baik hati. Yamauba tinggal sendirian di gubuk. Sesekali Yamauba menawarkan tempat berteduh, makanan, dan tempat tidur untuk orang-orang yang sedang mencari persinggahan. Larut malam ketika tamu mereka tertidur lelap, Yamauba berubah menjadi wujud asli mereka yaitu penyihir jahat. Yamauba mencoba menangkap dan memakan tamu mereka dengan menggunakan kekuatan sihir.

Konon menurut legenda di Jepang, Yamauba adalah perwujudan wanita muda yang dituduh melakukan kejahatan. Lalu mereka melarikan diri ke hutan belantara dan menjalani hidup mereka di pengasingan. Seiring bertambahnya usia, mereka berubah menjadi nenek-nenek. Namun, dalam beberapa kasus, asal usul mereka dapat dijelaskan dari kebiasaan lama orang-orang Jepang “membuang” orang tua mereka akibat kesulitan ekonomi. Ketika tidak mungkin memberi makan semua anggota keluarga, seringkali keluarga harus membuat pilihan yang sulit: mengeluarkan satu anggota keluarga agar yang lain dapat bertahan hidup. Seringkali anggota keluarga yang dikeluarkan adalah yang baru lahir atau orang tua yang sudah lanjut usia. Beberapa keluarga membawa anggota keluarga yang sudah lanjut usia jauh ke dalam hutan dan membiarkan mereka mati di sana. Wanita tua yang ditinggalkan ini, entah karena marah atau putus asa, berubah menjadi monster mengerikan, memakan manusia dan mempraktikkan ilmu hitam.

2. Kappa

Kappa umumnya memiliki ukuran setinggi anak manusia dengan kulit berwarna hijau tua bersisik. Kappa memiliki kemampuan berenang. Mereka memiliki selaput di tangan dan kaki, serta paruh dan cangkang seperti penyu. Kulit mereka yang elastis dan kedap air, konon katanya bisa dilepas loh!. Mereka memiliki tiga anus, memungkinkan mereka mengeluarkan gas tiga kali lebih banyak daripada manusia. Lengan Kappa melekat satu sama lain di dalam cangkangnya. Kappa juga memiliki piring yang terletak di atas tengkorak mereka. Piring diatas kepala ini adalah sumber kekuatan Kappa dan harus selalu basah. Jika air diatas kepala mereka tumpah dan piring mengering, Kappa tidak akan bisa bergerak dan bahkan bisa mati.

Kappa dewasa sering hidup menyendiri, meskipun mereka biasa berteman dengan yokai lain dan bahkan manusia. Kappa yang lebih muda sering ditemukan dalam kelompok keluarga. Kappa memiliki karakteristik membanggakan diri sendiri dan keras kepala. Namun, mereka tidak pernah melanggar janji yang mereka buat sendiri. Kappa memiliki kecerdasan seperti manusia dan mereka salah satu dari sedikit youkai yang mampu mempelajari bahasa manusia.

Dalam agama Shinto, Kappa dihormati sebagai dewa air. Kappa juga dikenal suka membantu orang untuk mengairi sawah, berteman dengan anak-anak yang kesepian, bertarung dengan orang dewasa dalam bidang olahraga dan permainan. Namun, Kappa juga bisa menjadi kasar terhadap manusia jika teritori mereka diganggu. Maka dari itu, banyak danau dan sungai di Jepang dipercaya menjadi tempat tinggal Kappa sering kali diberi tanda peringatan. Jika teritori mereka diganggu, mereka tidak segan untuk menyerang manusia dengan cara menenggelamkan atau menggigit lawannya sampai mati di bawah air. Mereka sangat membenci sapi dan kuda, dan akan menyerang hewan tanpa ampun. Mereka diketahui menculik atau memperkosa wanita yang sedang berenang di teritori mereka dan dapat melahap manusia hidup-hidup.

3. Tsukumogami

Tsukumogami adalah istilah yang digunakan untuk mengkategorikan suatu jenis youkai Jepang. Tsukumogami adalah konsep yang populer dalam cerita rakyat Jepang sejak abad kesepuluh, digunakan dalam penyebaran agama Buddha Shingon. Definisi yang paling diterima dari istilah tersebut bahwa Tsukumogami adalah benda mati yang mana setelah mereka melayani pemiliknya selama 100 tahun, lalu mereka menerima jiwa dan oleh karena jiwa itu, Tsukumogami menjadi makhluk yang hidup dan sadar diri.

Tsukumogami biasanya tidak berbahaya. Mereka bisa saja marah dan dapat melakukan balas dendam terhadap orang-orang yang membuangnya atau tidak memperlakukan mereka dengan baik. Karena alasan ini, upacara jinja dilakukan di Jepang untuk menghibur benda-benda yang rusak dan /atau sudah tidak dapat digunakan lagi.

4. Chōchin-Obake

Chōchin-Obake adalah wujud youkai berbentuk lentera, biasanya memiliki wujud satu mata dan lidah panjang yang menonjol dari lubang di lentera yang berfungsi sebagai mulut roh. Mereka biasanya terbuat dari bambu dan kertas atau sutra. Seperti semua Tsukumogami, Chōchin-Obake menjadi wujud youkai hidup setelah 100 tahun digunakan.

Ketika lentera kertas atau Chōchin mencapai usia lanjut, kertas itu terbelah di sepanjang salah satu tulang rusuk kayunya, membentuk mulut menganga dengan lidah menjulur. Satu atau dua mata muncul dari bagian atas lentera dan kadang-kadang lengan atau kaki juga keluar dari bagian lentera.

Ketika Chōchin-Obake sedang aktif, mereka lebih memilih untuk menakut-nakuti manusia, tertawa dan memutar lidahnya dan matanya yang besar ke arah manusia.

Chōchin-obake juga muncul dalam permainan kartu karuta obake yang populer pada periode zaman Edo hingga awal abad ke-20 dan masih digunakan sampai sekarang.

5. Tengu

Tengu adalah jenis makhluk legendaris yang ditemukan dalam legenda rakyat Jepang dan juga dianggap sebagai jenis dewa Shinto (kami) atau youkai. Tengu awalnya dianggap mengambil bentuk burung pemangsa. Mereka digambarkan dengan karakteristik manusia dan burung. Dalam karakteristik populer, Tengu digambarkan memiliki paruh dan banyak orang mengilustrasikan hidung panjang Tengu sebagai ciri khas mereka.

Agama Buddha sejak lama menyatakan bahwa Tengu adalah iblis yang mengganggu dan menjadi youkai yang bertugas memukul genderang perang. Namun, citra mereka secara bertahap membaik menjadi salah satu roh pelindung.

Tengu biasanya digambarkan memegang ha-uchiwa (羽 団 扇 “kipas bulu”) magis yang terbuat dari bulu. Dalam cerita rakyat Jepang, kipas ini terkadang memiliki kemampuan untuk menumbuhkan atau mengecilkan hidung seseorang. Kipas magis ini juga biasanya dikaitkan dengan kekuatan untuk membangkitkan angin kencang.

6. Rokurokubi

Rokurokubi adalah salah satu dari banyak jenis yōkai di Jepang. Dalam mitologi dikatakan bahwa Rokurokubi memiliki tali spiritual yang menghubungkan kepala ke batang tubuh mereka.

Rokurokubi dikatakan berasal dari karma manusia yang mana seorang biksu Kaishin dan seorang wanita bernama Oyotsu kawin lari. Dalam hubungan pernikahan mereka, Oyotsu jatuh sakit dan jatuh pingsan. Karena mereka kehabisan uang dalam melakukan perjalanan untuk menolong Oyotsu, maka, Kaishin membunuh istrinya itu. Setelah itu, ketika Kaishin kembali ke kehidupannya pasca membunuh Oyotsu, dia bertemu dengan seorang gadis dari sebuah penginapan yang dia tinggali dan Kaishin menjadi tertarik dengan gadis itu dan mereka tidur bersama. Ketika Kaishin sedang tidur pulas di sisi gadis itu, leher gadis itu tiba-tiba terentang dan wajahnya berubah menjadi Oyotsu, dan menceritakan tentang kebenciannya pada Kaishin. Kaishin menyesali masa lalu kelam itu, dan berbicara tentang apa yang dia alami kepada ayah gadis itu. Ketika dia menceritakan peristiwa itu, sang ayah justru berkata bahwa dia juga pernah membunuh seorang wanita di masa lalu dan mencuri uangnya, dan menggunakan uang tersebut untuk mendirikan penginapan dimana Kaishin menginap. Akibat kejadian kelam yang pernah dialaminya itu, akhirnya, Kaishin memutuskan untuk menjadi pendeta Buddha, dan membangun kuburan untuk Oyotsu.

7. Yurei

Yurei muncul tergantung pada keadaan kematian mereka. Mereka mempertahankan ciri-ciri dan pakaian yang mereka kenakan ketika mereka mati atau dikuburkan. Dalam tradisi Jepang, jenazah akan mengenakan kimono putih yang berarti penampakan mereka juga akan mengenakan kimono putih itu. Jika jenazah gugur dalam peperangan, maka pakaian yang mereka kenakan adalah seragam prajurit. Kadang-kadang, mereka memiliki luka berdarah yang menandakan cara mereka meninggal. Rambut mereka biasanya panjang dan acak-acakan, seringkali menghalangi wajah mereka dan menambah kesan penampilan mereka menjadi sangat seram. Ketika mereka sedang berjalan, tangan mereka terkulai lemas. Yūrei merupakan makhluk tembus cahaya dan hanya terlihat samar. Dalam kebanyakan kasus, mereka sangat lemah sehingga tampak tidak memiliki kaki.

Yurei tidak berkeliaran, tetapi menghantui satu tempat atau orang tertentu. Dalam kasus penampakan mereka, seringkali mereka menampakkan diri mereka untuk menakut-nakuti pembunuhnya atau terkadang menghantui orang yang mereka cintai. Mereka tetap terjebak di dunia mereka selamanya. Penampakan mereka seringkali membawa pesan tentang alasan kematian mereka. Jika mereka mati dibunuh, mereka bisa membawa pesan tentang siapa yang membunuh mereka sampai pembunuhnya dibawa ke pengadilan. Tidak hanya itu, Yurei bisa menceritakan tentang penemuan anggota tubuh mereka yang hilang, atau sesuatu yang sederhana seperti menyampaikan pesan kepada orang yang dicintai. Beberapa Yūrei enggan menerima kematian mereka sendiri dan menghantui keluarga mereka yang masih hidup, membawa kemalangan dan ketidakbahagiaan.

Menurut kepercayaan tradisional Jepang, ketika seseorang meninggal, jiwanya hidup sebagai entitas yang terpisah, diteruskan ke alam baka surgawi. Transisi ini dicapai melalui sejumlah upacara dan doa pemakaman dan pasca-pemakaman yang dilakukan oleh orang yang mereka cintai selama bertahun-tahun. Melalui ritual ini, jiwa mereka dipertemukan kembali dengan leluhurnya dan menjadi ruh penjaga keluarga. Mereka diabadikan di dalam rumah dan terus dihormati sebagai anggota keluarga, terutama selama liburan musim panas Obon ketika mereka dikatakan akan kembali ke dunia materi untuk berkunjung ke rumah dan berkumpul bersama keluarga mereka.

8. Kintaro

Kintaro dibesarkan oleh ibunya, Putri Yaegiri, putri seorang pria kaya bernama Shiman-chōja, di desa Jizodo, dekat Gunung Ashigara. Dalam legenda diceritakan bahwa ibunya melahirkannya di tempat yang sekarang disebut Sakata, Yamagata. Dia terpaksa melarikan diri karena perkelahian dengan suaminya dan pamannya. Dia akhirnya menetap di hutan Gunung Ashigara untuk membesarkan putranya. Namun sayangnya, ibu kandung Kintarō meninggalkan anaknya di alam liar dan meninggalkannya sebagai yatim piatu. Akibatnya, Kintaro dibesarkan oleh seorang yama-uba atau “penyihir gunung”. Dalam versi dongeng, yama-uba adalah ibu Kintarō.

Catatan legenda mengatakan bahwa Kintarō adalah balita yang aktif dan tak kenal lelah, montok dan kemerahan. Kintaro mengenakan pakaian balita bertuliskan huruf kanji “emas” (金) di atasnya. Teman-temannya sebagian besar adalah hewan yang berkeliaran di Gunung Kintoki dan Gunung Ashigara. Dia juga sangat kuat, mampu menghancurkan batu menjadi beberapa bagian, menumbangkan pohon, dan membengkokkan batang seperti ranting. Teman-teman hewannya melayani dia sebagai pembawa pesan dan Kintaro juga dapat menunggangi mereka. Beberapa legenda juga mengatakan bahwa Kintaro juga belajar berbicara bahasa mereka. Beberapa kisah menceritakan petualangan Kintaro, melawan monster dan oni (setan), mengalahkan beruang dalam gulat sumo, dan membantu penebang kayu di daerah setempat.

Setelah dewasa, Kintarō mengganti namanya menjadi Sakata no Kintoki. Dia bertemu samurai Minamoto no Yorimitsu saat melewati daerah sekitar Gunung Kintoki. Yorimitsu sangat terkesan dengan kekuatan Kintarō yang luar biasa, jadi dia membawanya sebagai salah satu pengikut pribadinya untuk tinggal bersamanya di Kyoto. Kintoki belajar seni bela diri disana.

9. Aka Manto

Aka manto adalah legenda urban terkait dengan penampakan di dalam toilet terutama toilet yang ada di sekolah dasar. Legenda urban ini dikenal di seluruh Jepang. Aka manto biasanya muncul di bilik kamar mandi tertentu di sekolah. Biasanya mereka muncul di kamar mandi yang sudah tua atau jarang digunakan, seringkali di dalam bilik dengan toilet jongkok model lama. Aka manto biasa menampakkan diri di toilet urutan keempat karena angka empat dikaitkan dengan kematian.

Jika Aka manto bertemu dengan manusia incaran mereka, dalam beberapa kasus, mereka akan menawarkan dua warna kertas kepada manusia itu. Kertas yang ditawarkan yaitu kertas berwarna merah dan kertas berwarna biru. Jika manusia incaran mereka tersebut memilih kertas biru, maka Aka manto akan mencekik leher manusia itu sampai wajahnya membiru. Sedangkan, jika manusia incarannya itu memilih kertas merah, maka kulitnya akan terkelupas mengeluarkan darah. Ada isu yang beredar juga mengenai kemunculan Aka manto ini. Orang-orang yang selamat dan menceritakan kisah mereka bertemu dengan Aka manto, tidak lama kemudian akan jatuh sakit dan meninggal.

10. Amanojaku

Amanojaku adalah monster jahat yang telah dikenal sejak sebelum sejarah tertulis di Jepang. Mereka digambarkan sebagai monster jahat, iblis kecil, atau youkai. Secara khusus, mereka dikenal suka memprovokasi manusia untuk bertindak atas keinginan jahat dan melakukan balas dendam. Mereka juga tidak segan-segan merusak kemampuan spiritual manusia kemanapun mereka pergi.

Dalam budaya Jepang, Amanojaku merupakan simbol kejahatan yang dikalahkan oleh kebenaran. Meskipun asal usul mereka yang sebenarnya masih menjadi misteri, mereka tampaknya berkembang dari mitos kuno tentang dewa Shinto yang jahat, yaitu Amanozako, Amenosagume, dan Amenowakahiko.

Kisah paling terkenal tentang Amanojaku adalah kisah Uriko Hime. Pada suatu hari, ada pasangan lansia yang belum memiliki anak, menemukan seorang bayi perempuan di dalam melon. Mereka membawanya pulang dan membesarkan anak itu dan menamainya Uriko Hime. Dia tumbuh menjadi seorang wanita muda yang cantik. Suatu hari, anaknya meminta untuk menikah. Orang tuanya sangat senang mendengar permintaan anaknya itu. Mereka lalu pergi ke kota untuk membeli mas kawin dan mempersiapkan pernikahannya. Sebelum orang tuanya pergi, si gadis telah diingatkan untuk tidak membukakan pintu rumah untuk siapa pun.

Ketika Uriko Hime sedang sendiri dan mendengar ketukan pintu. Dia menolak untuk membuka pintu. Namun, suara dari luar itu menjawab, “Jika anda tidak mau membuka pintu, setidaknya bukalah jendela sedikit”. Uriko Hime lantas membuka jendela sedikit saja. Namun sialnya, makhluk yang meminta untuk membukakan jendela rumahnya adalah Amanojaku. Amanojaku lalu melompat ke arah Uriko Hime dan merobek pakaiannya. Nyawa Uriko Hime tidak bisa diselamatkan karena Amanojaku mematahkan lehernya hingga tewas. Setelah Uriko Hime tewas, ia menguliti kulit Uriko Hime dan menggunakan kulit itu untuk menyamar sebagai gadis muda. Ketika orang tua gadis itu pulang, mereka tertipu dan mengira putri mereka masih hidup.

Akhirnya hari pernikahan pun tiba. Pasangan lansia itu membawa Uriko Hime palsu ini ke calon suaminya. Namun, seekor gagak di pohon bersuara sangat nyaring seperti memperingatkan pasangan itu bahwa putri mereka tidak seperti yang terlihat oleh mereka. Kecurigaanpun terungkap dan orang tua Uriko Hime lalu menarik tubuh pengantin wanita dengan erat dan penyamaran Amanojakupun terungkap.

Amanojaku melarikan diri, tetapi pasangan tua dan penduduk desa mengejarnya. Akhirnya, mereka berhasil menangkap Amanojaku dan memukulnya dengan tongkat, batu, dan perkakas sampai Amanojaku mati.

Itulah 10 Urutan Youkai paling eksis di Jepang. Mungkin kalian sudah lumayan kenal dengan beberapa Youkai yang ada dalam list ini. Apakah kalian punya pengalaman bertemu dengan Makhluk mistis juga? atau mungkin kalian punya rekomendasi film atau anime bertemakan Youkai? Kalian bisa komentar di kolom komentar ya.

Terima kasih sudah membaca artikel ini.

Semoga bermanfaat ^^.

Sumber Gambar

Yamauba: image.jimcdn.com

Kappa: dailystormer.su

Tsukumogami: paganmeltingpot.files.wordpress.com

Chouchin-Obake: cdna.artstation.com

Tengu: img3.wikia.nocookie.net

Rokurokubi: c1.staticflickr.com

Yurei: hyakumonogatari.files.wordpress.com

Kintaro: upload.wikimedia.org

Aka Manto: cdn-ak.f.st-hatena.com

Amanojaku: img3.wikia.nocookie.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s