Menikmati Indahnya Musim Gugur di Taman Minoo Osaka

Bagi kalian yang sudah pernah mengunjungi atau mengetahui Osaka, destinasi wisata favorit di Osaka yang orang-orang tahu biasanya ada Dotonburi dan Universal Studio Japan. Di musim gugur, ada hidden destination spot di Osaka yang nggak banyak turis (terutama turis Indonesia) mengetahuinya. Hidden destination ini bernama Taman Minoo. Lokasi Taman Minoo sangat cocok untuk kalian yang senang hiking, trekking dan fotografi. Lokasinya juga tidak begitu jauh dari pusat kota Osaka dan hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan naik kereta. Jika kalian berada di area Namba, kalian bisa menggunakan kereta dengan mengambil jalur ke arah Stasiun Ishibashi di jalur Takarazuka atau dari area Hankyu di Stasiun Umeda. Setalah sampai di Stasiun Ishibashi, kalian harus pindah ke jalur Minoo untuk naik kereta di Stasiun Minoo. Perjalanan dari stasiun Isabashi menuju Stasiun Minoo membutuhkan waktu 25 menit dengan biaya tiket kereta 270 yen. Jika ditotal, harga tiket kereta dari Stasiun Namba menuju Stasiun Minoo membutuhkan biaya sekitar 500 yen untuk sekali perjalanan.

Taman Minoo (箕 面 公園, Minō Kōen, juga dieja sebagai Mino atau Minoh) adalah lembah dengan dominasi hutan yang terletak dipinggir Osaka, tepat di utara perkotaan. Selama musim gugur, tempat ini adalah salah satu tempat terbaik di Wilayah Kansai untuk melihat warna-warni daun di musim gugur (momiji). Warna daun momiji di musim gugur biasanya paling baik dan paling indah untuk disaksikan yaitu pada paruh kedua bulan November.

Mirip dengan Gunung Takao di Tokyo, Taman Minoo adalah tempat terdekat dari kota metropolitan Osaka sebagai area rekreasi alam yang luas. Kesamaan lainnya, Takao dan Minoo sama-sama diberi status taman semi-nasional pada tahun 1967 untuk memperingati ulang tahun keseratus Zaman Meiji (1867-1912).

Jalur pendakian utama Taman Minoo membentang sekitar tiga kilometer melalui lembah di sepanjang Sungai Minoo. Jalan setapak dimulai di dekat Stasiun Hankyu Minoo dan mengarah ke Air Terjun Minoo yang memiliki ketinggian 33 meter dan menjadi daya tarik utama taman ini. Nama Air Terjun Minoo berasal dari kemiripan asal kata musim gugur dengan teknik menampi, teknik pertanian tradisional untuk memisahkan biji-bijian dari sekam (kata dalam Bahasa Jepang untuk “keranjang menampi” adalah “mino”). Nama itu kemudian diaplikasikan untuk daerah tersebut secara umum.

Kereta yang mengantarkan Admin menuju Stasiun Minoo. Ini waktu sudah sampai di Stasiun Minoo.
“Pintu masuk” jalur pendakian ke lembah untuk melihat momiji di area Taman Minoo.
Tutup lubang got dikawasan Taman Minoo bermotifkan daun musim gugur. Motif ini didasarkan pada spot musim gugur Taman Minoo yang menjadi spot favorit wisatawan lokal dan mancanegara.
Mulai menanjak lembah untuk melihat air terjun Minoo

Perjalanan menuju atas lembah memakan waktu sekitar 30 sampai 40 menit perjalanan (tergantung kecepatan berjalan kaki). Rasa lelah dan cuaca dingin akan terbayar dengan panorama indah daun khas musim gugur (momiji) disepanjang perjalanan.

Pohon dengan warna warni daun momiji yang indah.
Salah satu foto momiji favorit Admin. Warna-warni daun momiji yang fotonya diambil ketika Admin sedang beristirahat. Suasananya memang sangat kental dengan kehangatan khas musim gugur.
Spot air terjun favorit wisatawan di Taman Minoo . Admin nggak bisa mendekat ke air terjunnya karena saat itu sedang banyak wisatawan berkumpul di dekat spot air terjun.

Taman Minoo terkenal dengan air terjunnya yang indah dan sangat direkomendasikan untuk melakukan perjalanan hingga spot air terjun ini. Sepanjang perjalanan, luangkan waktumu untuk menghirup udara segar. Dalam perjalanan menuju spot air terjun ini, kamu akan menemukan kuil – kuil dan jembatan merah yang menandai kehadiran air terjun di antara aliran sungai dan hijaunya hutan.

Perjalanan dari dan menuju air terjun disepanjang Takido Street disambut oleh kios-kios penjual buah tangan khas Taman Minoo.

Setelah puas melihat air terjun khas Taman Minoo dan menikmati indahnya daun momiji, saat perjalanan pulang, tidak ada salahnya untuk mampir sebentar menuju Takido Street untuk sekedar melihat atau membeli kerajinan dan oleh-oleh khas Taman Minoo yang dijual oleh warga asli sana. Di Takido Street, kalian tidak bisa menawar dengan harga yang lebih murah ya, karena harganya sudah pas. Oleh-oleh khas Taman Minoo yang sangat terkenal dan layak dijadikan oleh-oleh adalah momiji tempura.

Momiji tempura dengan citarasa manis dan gurih.

Sejarah Momiji Tempura ada sejak 1,300 tahun yang lalu di Gunung daerah Shugendo, Kota Minoo. Praktisi agama Shugendo sangat tersentuh oleh pemandangan daun momiji yang indah di dekat air terjun dan terinspirasi untuk membuat tempura dengan bahan utama daun momiji yang dapat disajikan kepada pengunjung di area tersebut. Kelezatan Momiji Tempura dengan cepat menjadi populer dan akhirnya berkembang menjadi salah satu camilan populer dan oleh-oleh terkenal di wilayah tersebut.

Hisakuni Kousendou, salah satu nama toko populer yang menjual Momiji Tempura, menanam sendiri 150 pohon maple sebagai bahan utama Momiji Tempura khas toko mereka. Mereka membuat acar daun kuning dan menyimpannya setiap tahun, memetik sekaligus memurnikan dan mengawetkan daun maple, sehingga memungkinkan toko ini menyediakan Momiji Tempura sepanjang tahun.

Ilustrasi: Proses memasak Momiji Tempura (sumber foto: https://www.shutterstock.com/image-photo/female-hand-frying-traditional-maple-leaf-1855633258)

Momiji Tempura tidak dibuat dari daun yang jatuh dari pohon. Ditambah lagi, toko Hisakuni Kousendou hanya menggunakan daun maple kuning yaitu daun yang telah berubah menjadi merah memiliki batang yang lebih tebal dan keras, dan bisa berubah menjadi hitam saat dimasak. Butuh waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk membuat dan mengolah Momiji Tempura sehingga enak dan lezat untuk dimakan.

Momiji Tempura memiliki variasi yang berbeda tergantung dimana kalian membelinya, yang berarti ada banyak pilihan berbeda yang bisa dipilih di kota Minoo. Momiji Tempura juga dapat dibeli di Osaka City Air Terminal (OCAT) di Osaka Minami, distrik perbelanjaan di Namba, di sebelah kota Minoo.

Momiji Tempura tidak dapat ditemukan di daerah lain di Jepang. Oleh karena itu, kalian harus mencobanya jika mengunjungi daerah Osaka. Momiji Tempura juga sangat cocok dinikmati ketika sedang berjalan-jalan di area Takido Street dan mengunjungi air terjun disana.


Sebagai penutup, Admin ingin membagikan detail area yang yang mungkin bisa kalian simpan dikemudian hari saat kalian berencana ingin mengunjungi Taman Minoo. Semoga tulisan Admin ini membantu kalian dalam mencari referensi wisata di Osaka ya ^^. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca blog ini.

Taman Minoo/ Minoo Park

1-18 Minookoen, Minoo, Osaka 562-0002, Japan

Air Terjun Minoo/ Minoo Falls

2-2 Minookoen, Minoo, Osaka 562-0002, Japan

Jalan Takido/ Takido Street

Stasiun Terdekat: Stasiun Minoo di Jalur Hankyu Minoo
Akses: 1 menit jalan kaki ke pintu masuk Takido Street

Hisakuni Kousendou

Osaka, Minoo, Minno 1-1-40
Jam buka: 9: 30-18: 00
Tutup: Kamis
Harga: 320-1500 yen
Telepon: 072-721-2747
Bahasa: Inggris dan Cina
Situs web: http://www.hisakuni.net (bahasa Jepang)

Sumber:

https://www.japan-guide.com

https://matcha-jp.com

https://www.shutterstock.com

Google Map

2 pemikiran pada “Menikmati Indahnya Musim Gugur di Taman Minoo Osaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s