Interior Rumah Tradisional Jepang

Setiap negara memiliki keunikan masing-masing dalam mendesign rumah. Keunikan tersebut dapat kita temukan dalam arsitektur rumah tradisional yang memiliki nilai artisitik. Tidak heran jika keunikan rumah tradisional dijadikan inspirasi oleh negara lain dalam mendesain hunian idaman. Design rumah tradisional yang bisa kita jadikan inspirasi untuk mendesign rumah modern, salah satunya adalah dengan melihat design rumah tradisional Jepang. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai istilah-istilah interior pada rumah tradisional Jepang.

1. Washitsu (和室)

https://yingyng.deviantart.com/art/Washitsu-III-473063635

Washitsu adalah ruangan tradisional Jepang memiliki fitur lantai tatami dan pintu geser tradisional yang dinamakan shoji. Barang-barang yang terdapat dalam washitsu memiliki aksen dekoratif seperti rangkaian bunga khas Jepang (Ikebana). Ikebana dipajang di dalam washitsu untuk memberikan kesan indah dalam ruangan dan untuk menghibur tamu yang sedang berkunjung ke rumah.

2. Genkan (玄関)

Sumber: Niseko Projects

Genkan adalah area pintu masuk dalam arsitektur bangunan tradisional Jepang dengan kombinasi  serambi atau teras dan terdapat keset ditaruh di area genkan. Fungsi utama genkan adalah untuk melepas sepatu sebelum memasuki bagian utama rumah atau bangunan. Lantai genkan disebut tataki (三 和 土). Setelah masuk, sepatu biasanya diputar menghadap pintu sehingga dapat dengan mudah dilepas dan ditempatkan di getabako. Ketika masuk kedalam area  rumah, umumnya seseorang akan menggunakan sandal atau sepatu khusus di dalam ruangan (uwabaki). Genkan juga kadang-kadang ditemukan di bangunan lain di Jepang. Di sekolah dan pemandian umum (sento), genkan dilengkapi dengan loker sepatu.

3. Fusuma (襖)

Sumber: Kyodo News

Fusuma adalah panel geser tradisional Jepang yang digunakan sebagai dinding dan pintu interior. Fusuma dibangun dengan kayu dan kertas atau kain dan dipasang di rel kayu. Rel ini secara tradisional tidak lebih dari sebuah trek kayu. Fusuma hampir selalu ditemukan dalam seni interior tradisional Jepang. Namun, rumah dan bangunan bergaya modern di Jepang juga masih menggunakan fusuma dan masih dibuat dengan metode dan material tradisional. Apabila pintu masuk ke ruangan dibuka, Fusuma dapat menghemat luas ruangan dibandingkan dengan pintu-pintu bergaya barat.

4. Shoji (障子)

http://hawaiirenovation.staradvertiser.com/2016/08/interior/shoji-doors-cool/

Shoji berfungsi sama seperti sliding door namun bahan yang digunakan sebagai shoji adalah kerangka kayu dan kertas tembus cahaya. Dalam design rumah Jepang modern, shoji dibuat dari bahan kaca yang dipasangkan kedalam kerangka kayu. Shoji digunakan bukan hanya untuk alasan estetika saja, tetapi juga untuk menekan harga rumah yang tinggi di Jepang. Shoji juga digunakan dengan alasan lebih menghemat tempat dibandingkan dengan pintu konvensional bergaya barat.

5. Tatami (畳)

https://www.tsunagujapan.com/13-facts-you-probably-didnt-know-about-tatami/

Tatami adalah tikar yang terbuat dari  anyaman jerami  berukuran sekitar satu hingga dua meter. Awalnya tatami hanya dimiliki oleh orang-orang kaya, namun secara bertahap, sekitar abad 16 dan 17 masehi, tatami menjadi lebih umum dan sekarang dapat ditemukan di hampir semua rumah tradisional Jepang. Saat ini, tatami dibuat dengan menggunakan styrofoam. Di dalam rumah tradisional Jepang, biasanya tatami dipasang 8 set dalam setiap ruangnya. Ketika akan menginjak tatami, kita tidak boleh menggunakan alas kaki apapun.

6. Ranma (欄間)

http://ikidane-nippon.com/en/interest/seison-kaku

Ranma adalah jendela kayu biasa ditemukan di atas fusuma pada kamar bergaya tradisional Jepang. Ranma diukir dan dirancang dengan teknik khusus dan berfungsi untuk memungkinkan udara dan cahaya masuk di antara celah-celah kamar. Ranma memiliki kisi dan layar kecil . Ada banyak jenis hiasan yang digunakan dalam ranma. Yang paling umum adalah koushi ranmaRanma dapat ditemukan pada sebagian besar  kuil di Jepang. Secara umum ada dua jenis ranma, yaitu ranma dengan aksen bergambar dan geometris. Ranma bergambar dapat diukir dengan detail dan rinci, bahkan ada ranma yang dipernis atau disepuh. ranma geometris terdiri dari motif Jepang berulang-ulang.

7. Tokonoma (床の間 )

https://valavanisbonsaiblog.com/suiseki-tokonoma/

Tokonoma di dalam ruang tradisional Jepang digunakan sebagai titik fokus interior untuk menampilkan lukisan, tembikar, rangkaian bunga, dan karya seni lainnya. Tokonoma juga disebut sebagai washitsu utama. Tokonoma memiliki ukuran dua tikar tatami dan letaknya sedikit lebih tinggi di atas tikar tatami lainnya. Awalnya Tokonoma diyakini berfungsi sebagai tempat tidur dan kemudian dialihfungsikan menjadi kursi tamu kehormatan pada akhir periode Kamakura. Tokonoma juga diyakini menjadi area spiritual sehingga orang-orang mulai menaruh dan menggantung tiga instrumen penting Buddha di area tokonoma yang dikenal dengan sebutan mitsugusoku yang terdiri dari pembakar dupa (kouro), vas bunga (kabin), dan lampu gantung (shokudai).

8. Oshiire (押し入れ)

http://oshiire.net/syunou/

Oshiire adalah tempat untuk meletakkan selimut tidur futon dan biasanya untuk menyimpan perlengkapan lain seperti pakaian dan buku. Ukuran oshiire sekitar satu tikar tatami dan biasanya dibagi dengan rak di tengahnya. Dengan westernisasi rumah tradisional Jepang dan meningkatnya penggunaan tempat tidur, fungsi oshiire menjadi lebih beragam. Peti laci kecil dapat menjadi tempat pengambilan futon, tiang dapat dipasang untuk menggantung pakaian, dan berbagai barang mulai dari setrika hingga meja dapat disimpan di sana.

9. Kotatsu (炬燵)

http://fukafuka210.com/?p=949

Cara  menghangatkan badan di musim dingin yang telah digunakan orang Jepang selama berabad-abad adalah dengan menggunakan kotatsu. Kotatsu pada dasarnya terdiri dari sumber panas di bawah meja di sekitarnya. Kotatsu biasanya terdiri dari kasur berlapis atau bahan berat lainnya untuk menjaga kehangatan disekitarnya. Pada mulanya, kotatsu memanfaatkan perapian cekung dimana keluarga dapat memasak di atas kotatsu dan dipanaskan oleh api arang di bawah meja kotatsu. Kotatsu modern hampir seluruhnya menggunakan listrik dan seringkali pemanasnya dihubungkan langsung menempel di bawah meja.  Jika orang-orang berkumpul dengan kotatsu, biasanya mereka  memasak nabe di atas kompor portabel, makan jeruk mandarin, dan menonton televisi.

Jika kalian berkunjung ke Jepang, tidak ada salahnya untuk menyempatkan diri berkunjung ke rumah tradisional Jepang dan mengenal keunikan-keunikan dan merasakan atmosfer yang ada dalam rumah tradisional Jepang. Jangan lupa untuk selalu menghormati tata cara khusus berkunjung ke rumah tradisional Jepang ya.

Sumber Artikel

https://his-travel.co.id/blog/article/detail/mengenal-rumah-tradisional-jepang

http://rafisidqi.blogspot.co.id/2013/03/mengenal-rumah-tradisional-jepang_23.html

https://www.dekoruma.com/artikel/61926/dekorasi-interior-rumah-jepang

https://www.japan-guide.com/e/e2007.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s